oleh

Salakanagara : Kerajaan Sunda Kuno Di Daerah Banten

-Pasundan-58 Dilihat

Aslisunda.comSalakanagara : Kerajaan Sunda Kuno Pandeglang menyajikan banyak riwayat yang bagus sekali untuk di cermat. Satu diantaranya riwayat Kerajaan Salakanagara. Cihunjuran, Citaman, Pulosari dan Ujung Kulon sebagai beberapa tempat yang simpan banyak situs mengenai Salakanagara.

Di Cihunjuran misalkan, di tengah-tengah bentangan pesawahan ada banyak batu-batuan purba dan kolam-kolam pemandian purba persisnya jaman Megalitikum.

Tidak cuma bebatuan dan kolam-kolam purba yang menambahkan menariknya Cihunjuran, penyemayaman Accu Tirem Mulia Mulia atau yang lebih dikenali oleh warga di tempat bernama Angling Dharma dalam nama Hindu dan Wali Jangkung dalam nama Islam yang ukuran tidak seperti penyemayaman secara umum makin menambahkan eksotisme riwayat pada tempat itu.

Batu Dolmen, timbunan menhir yang dihimpun oleh masyarakat di tempat, Batu Dakon dan Batu Peta yang sampai sekarang ini tidak ada seseorang juga yang bisa mengartikan isi peta itu makin menambahkan eksotisme nilai riwayat yang berada di situs Cihunjuran.

Salakanagara : Kerajaan Sunda Kuno

Ditengah-tengah rasa ketakjuban dan keinginantahuan pada eksotisme riwayat warisan Salakanagara rasa keinginantahuan itu juga terpenuhi karena ada info dari salah satunya pembicara sekalian figur warga di tempat. Bapak Entong demikianlah panggilan dekat bapak yang diprediksi umurnya di atas 60 tahun itu. Berikut sejumlah info dari beliau.

  1. Kerajaan Salakanagara Ada Semenjak Era Ke 1 (satu) Kerajaan Salakanagara sebagai kerajaan paling tua yang berada di Nusantara. Raja pertama Kerajaan itu ialah Dewawarman. Dewawarman sebagai duta dari Kerajaan India yang diutus ke Nusantara (Pulau Jawa), selanjutnya Dewawarman dinikahkan oleh Accu Tirem Mulia Mulia dengan Putrinya yang namanya Larasati Sri Pohaci, karena itu sesudah Dewawarman jadi menantu dari Accu Tirem Mulia Mulia diangkatlah Dewawarman jadi Raja I (pertama) yang menanggung pucuk kekuasaan Kerajaan Salakanagara. Saat jadi Raja Dewawarman I dikukuhkan bernama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara. Kerajaan Salakanagara beribukota di Rajatapura yang sampai tahun 363 jadi pusat Pemerintahaan Beberapa raja Dewawarman (dari Dewawarman I-VIII).
  2. Nama lain Accu Tirem Mulia Mulia Accu Tirem Mulia Mulia yang disebut mertua dari penguasa pertama kerajaan Salakanagara. Dewawarman lebih dikenali oleh warga di tempat (Cihunjuran) bernama Prabu Angling Dharma dan Wali Jangkung. Nama berikut yang selanjutnya jadi sebuah pertanyaan apa Angling Dharma/Wali Jangkung cuma sebuah narasi rakyat biasa tanpa bukti atau mungkin nama Angling Dharma/Wali Jangkung memang sungguh nama lain dari Accu Tirem Mulia Mulia? Tetapi jika ini betul ada, lalu apakah sama Angling Dharma yang berada di Jawa tengah dengan Angling Dharma versus warga Cihunjuran? Ada lagi satu hal yang bagus yang harus ditanyakan. Jika memang Angling Dharma itu nama lain dari Accu Tirem Mulia Mulia, lantas bagaimanakah dengan Wali Jangkung. Tidakkah panggilan Wali cuma untuk beberapa orang yang beragama Islam? Lantas apa sebetulnya agama yang diyakini oleh Accu Tirem Mulia Mulia? Islam kah atau Hindu? Apa Accu Tirem Mulia Mulia (nama asli) memeluk agama islam atau Hindu? Tetapi dari ritus yang digerakkan oleh warga di tempat bisa disimpulkan jika Accu Tirem Mulia Mulia sudah di-Islam-kan oleh warga di tempat. Hal itu dapat kelihatan dari ritus-ritual, yang digerakkan oleh warga di tempat pada situs kerajaan Salakanagara salah satunya: ziarah yang sudah dilakukan di pusara Accu Tirem Mulia Mulia yang memakai tata langkah Islam dimulai dari berwudhu dan bacaan-bacaan Ziarah.
  3. Bukti-bukti Riwayat Warisan Salakanagara:
    • Menhir Cihunjuran; berbentuk Menhir sekitar 3 buah berada dalam suatu mata air, yang pertama berada di daerah Dusun Cikoneng. Menhir ke-2 berada di Kecamatan Mandalawangi lereng utara Gunung Pulosari. Menhir ke-3 berada di Kecamatan Saketi lereng Gunung Pulosari, Kabupaten Pandeglang. Tanpa memberi akurat dimensi dan lokasi administratif, namun pada peta terlihat ada di lereng samping barat laut gunung Pulosari, tidak jauh dari daerah Cilentung, Kecamatan Saketi. Batu itu seperti batu prasasti Kawali II di Ciamis dan Batu Catat di Bogor. Adat di tempat menyambungkan batu ini sebagai tempat Maulana Hasanuddin mengadu ayam dengan Puncak Umum.
    • Dolmen; berada di daerah Batu Tempat tidur, Dusun Palanyar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Berwujud sebuah batu datar panjang 250 cm, dan lebar 110 cm, disebutkan Batu Tempat tidur. Dibuat dari batu andesit yang ditangani benar-benar lembut dengan permukaan yang rata dengan pahatan pelipit melingkar didukung oleh 4 buah penyangga dengan tinggi masing-masing 35 cm. Di tanah sekelilingnya dan pada bagian bawah batu ada ruangan kosong. Di bawahnya ada dasar dan batu kali yang jaga supaya tiang penyangga tidak tenggelam ke tanah. Dolmen diketemukan tanpa elemen megalitik lain, terkecuali 2 buah batu berlubang yang berada di samping timurnya.
    • Batu Magnit; berada di pucuk Gunung Pulosari, pada lokasi pucuk Rincik Manik, Dusun Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. Yakni sebuah batu yang cukup unik, karena saat dilaksanakan pengukur arah dengan kompas, walau ditaruh di sekitar batu dari beragam arah mata angin, jarum kompas selalu menunjuk pada batu itu.
    • Batu Dakon; Berada di Kecamatan Mandalawangi, persisnya di website Cihunjuran. Batu ini mempunyai beberapa lubang di tengah-tengahnya dan berperan sebagai tempat meramu beberapa obat e.) Air Terjun Curug Putri; berada di lereng Gunung Pulosari Kabupaten Pandeglang. Menurut narasi rakyat, air terjun ini dulunya sebagai tempat pemandian Nyai Putri Rincik Manik dan Ki Roncang Omas. Di lokasi itu, ada bermacam jenis bebatuan berbentuk persegi, yang berserak di bawah cucuran air terjun. f.) Pemandian Prabu Angling Dharma; berada di website Cihunjuran Kabupaten Pandeglang. Menurut narasi rakyat, pemandian ini dahulunya dipakai oleh Prabu Angling Dharma atau Accu Tirem atau Wali Jangkung. Ringkasan Dari info di atas, bisa diambil kesimpulan jika Kerajaan Salakanagara sebagai kerajaan paling tua yang berada di nusantara. Hal tersebut bisa disaksikan dari beberapa situs warisan kerajaan itu. Kerajaan Salakanagara ada di Kecamatan Mandalawangi Kabupaten Pandeglang, dan beberapa situs warisannya menyebar di Cihunjuran, Citaman, Gunung Pulosari, dan Ujung Kulon.
Menurut dokumen “Pustaka Rayja-rayja I Bhumi Nusantara”, kerajaan di pulau Jawa ialah Salakanagara (maknanya: negara perak). Salakanagara dibangun di tahun 52 Saka (130/131 Masehi).

Lokasi Kejadian

Lokasi kerajaan itu dipercayai ada di Teluk Lada, kota Pandeglang, kota yang populer dengan hasil logamnya (Pandeglang dengan bahasa Sunda sebagai ringkasan dari kalimat panday dan geulang yang maknanya pembikin gelang). Salakanagara : Kerajaan Sunda Kuno

Dr. Edi S. Ekajati, sejarawan Sunda, memprediksi jika letak ibu-kota kerajaan itu ialah sebagai kota Merak saat ini (merak dengan bahasa Sunda maknanya “membuat perak”). Beberapa kembali memprediksi jika kerajaan itu berada disekitaran Gunung Salak, berdasar penyuaraan kata “Salaka” dan kata “Salak” yang hampir serupa. [prasasti yang berusia 1600 tahun yang dari jaman Purnawarman, raja Tarumanagara, yang diketemukan di Kelurahan Tugu, Jakarta.

Ialah memungkinkan jika Argyre atau Argyros pada ujung barat Iabadiou yang disebut Claudius Ptolemaeus Pelusiniensis (Ptolemy) dari Mesir (87-150 AD) dalam bukunya “Geographike Hypergesis” ialah Salakanagara. Satu laporan dari Cina di tahun 132 mengatakan Pien, raja Ye-tiau, pinjamkan stempel mas dan pita ungu ke Tiao-Pien. Kata Ye-tiau didefinisikan oleh G. Ferrand, seorang sejarawan Perancis, sebagai Javadwipa dan Tiao-pien mengarah ke Dewawarman. Kerajaan Salakanagara selanjutnya diganti oleh kerajaan Tarumanagara.

Salakanagara, berdasar Dokumen Wangsakerta

Pustaka Rajyarajya i Bhumi Nusantara (yang diatur sebuah panitia dengan ketuanya Pangeran Wangsakerta) diprediksi sebagai kerajaan paling awalan yang berada di Nusantara).

Nama pakar dan sejarawan yang menunjukkan jika tatar Banten mempunyai nilai-nilai riwayat yang tinggi, diantaranya ialah Husein Djajadiningrat, Tb. H. Achmad, Hasan Mu’arif Ambary, Halwany Michrob dan lain-lainnya.

Banyak telah beberapa temuan mereka diatur dalam tulisan-tulisan, pembahasan-ulasan atau dalam buku. Belum juga beberapa nama seperti John Miksic, Takashi, Atja, Saleh Danasasmita, Yoseph Iskandar, Claude Guillot, Ayatrohaedi, Wishnu Handoko dan sebagainya yang menambahkan wacana berkenaan Banten jadi lebih luas dan terbuka dengan beberapa karyanya dibikin baik pada bahasa Indonesia atau bahasa Inggeris.

Salakanagara: Keturunan INDIA

Pendiri Salakanagara, Dewawarman ialah duta keliling, pedagang sekalian perantau dari Pallawa, Bharata (India) yang pada akhirnya tinggal karena menikah dengan puteri penghulu di tempat, dan pendiri Tarumanagara ialah Maharesi Jayasingawarman, pengungsi dari daerah Calankayana, Bharata karena wilayahnya terkuasai oleh kerajaan lain. Sementara Kutai dibangun oleh pengungsi dari Magada, Bharata sesudah wilayahnya terkuasai oleh kerajaan lain. Salakanagara : Kerajaan Sunda Kuno

Figur awalan yang berkuasa di sini yaitu Accu Tirem. Kabarnya, kota berikut yang disebutkan Argyre oleh Ptolemeus dalam tahun 150, berada di wilayah Teluk Lada Pandeglang. Ialah Accu Tirem, penghulu atau penguasa daerah di tempat yang pada akhirnya jadi mertua Dewawarman saat puteri Si Accu Mulia Mulya namanya Dewi Pwahaci Larasati diperisteri oleh Dewawarman. Ini membuat semua penganut dan pasukan Dewawarman menikah dengan wanita di tempat dan tidak ingin kembali lagi ke daerah halamannya.

Saat Accu Tirem wafat, Dewawarman terima tongkat kekuasaan. Tahun 130 Masehi dia selanjutnya membangun sebuah kerajaan bernama Salakanagara (Negeri Perak) beribukota di Rajatapura. Dia jadi raja pertama dengan gelar Prabu Darmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara. Beberapa kerajaan kecil disekelilingnya jadi wilayah kekuasaannya, diantaranya Kerajaan Agnynusa (Negeri Api)yang ada di Pulau Krakatau. Raja pertama Salakanagara namanya Dewawarman yang dari India.

Dia sebelumnya jadi duta negaranya (India) di Pulau Jawa. Selanjutnya Dewawarman jadi menantu Accu Tirem atau Si Accu Luhurmulya. Istrinya atau anak Accu Tirem namanya Pwahaci Larasati. Saat jadi raja Salakanagara, Dewawarman I ini dikukuhkan bernama Prabhu Dharmalokapala Dewawarman Aji Raksa Gapura Sagara. Salakanagara : Kerajaan Sunda Kuno

Ibukota Salakanagara

Rajatapura ialah ibu-kota Salakanagara yang sampai tahun 362 jadi pusat pemerintah Raja-Raja Dewawarman (dari Dewawarman I – VIII). Salakanagara berdiri cuma sepanjang 232 tahun, persisnya dari tahun 130 Masehi sampai tahun 362 Masehi. Raja Dewawarman I sendiri cuma berkuasa sepanjang 38 tahun dan diganti anaknya sebagai Raja Dewawarman II dengan gelar Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra.

Prabu Dharmawirya terdaftar sebagai Raja Dewawarman VIII atau raja Salakanagara paling akhir sampai tahun 363 karena semenjak itu Salakanagara sudah jadi kerajaan yang ada di bawah kekuasaan Tarumanagara yang dibangun tahun 358 Masehi oleh Maharesi yang dari Calankayana, India namanya Jayasinghawarman. Pada periode kekuasaan Dewawarman VIII, kondisi ekonomi warganya baik sekali, makmur dan sentosa, dan kehidupan beragama benar-benar serasi.

Salakanagara : Kerajaan Sunda KunoSementara Jayasinghawarman pendiri Tarumanagara ialah menantu Raja Dewawarman VIII. Dia sendiri seorang Maharesi dari Calankayana di India yang pindah ke Nusantara karena wilayahnya terserang dan kalah oleh Maharaja Samudragupta dari Kerajaan Maurya. Di masa datang sesudah Jayasinghawarman membangun Tarumanagara, pusat pemerintah berpindah dari Rajatapura ke Tarumanagara. Salakanagara selanjutnya beralih menjadi Kerajaan Wilayah.

URUTAN RAJA SALAKANAGARA (Tahun berkuasa, Nama raja, panggilan/keterangan):

1. 130-168 M, DEWAWARMAN I (PRABU DARMALOKAPALA AJI RAKSA GAPURA SAGARA, Pedagang asal Bharata (India),

2. 168-195 M, DEWAWARMAN II (PRABU DIGWIJAYAKASA DEWAWARMANPUTRA), Putera paling tua Dewawarman I,

3. 195-238 M, DEWAWARMAN III (PRABU SINGASAGARA BIMAYASAWIRYA), Putera Dewawarman II,

4. 238-252 M, DEWAWARMAN IV (Menantu Dewawarman II, Raja Ujung Kulon),

5. 252-276 M, DEWAWARMAN V (MENANTU Dewawarman IV),

6. 276-289 M, MAHISASURAMARDINI WARMANDEWI (Puteri paling tua Dewawarman IV dan isteri Dewawarman V), karena Dewawarman V luruh menantang membajak laut,

7. 289-308 M, DEWAWARMAN VI (SANG MOKTENG SAMUDERA), Putera paling tua Dewawarman V,

8. 308-340 M, DEWAWARMAN VII (PRABU BIMA DIGWIJAYA SATYAGANAPATI), Putera paling tua Dewawarman VI,

9. 340-348 M, SPHATIKARNAWA WARMANDEWI (Puteri pertama Dewawarman VII),

10. 348-362 M, DEWAWARMAN VIII (PRABU DARMAWIRYA DEWAWARMAN), Cucu Dewawarman VI yang menikah dengan Sphatikarnawa.

Tahun 362 M saat digenggam DEWAWARMAN IX, Salakanagara sudah jadi kerajaan bawahan Tarumanagara. Dewawarman VIII sebagai raja paling akhir Salakanagara.

Itulah Salakanagara : Kerajaan Sunda Kuno

Kenging nyutat tina : blog-urangsunda.blogspot.com Kerajaan Sunda Dokumen Kuno

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.